Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam's Relationship with Turkey

Aceh Darussalam had diplomatic relations with the Ottoman Empire, including in order to seek help to repel colonialism by the Portuguese who at that time monopolized trade and were considered dangerous for the development of the Aceh sultanate. The Aceh Sultanate began to have diplomatic relations with Ottoman Turkey since the 16th century. Aceh has on several occasions sent envoys to Istanbul to ask for military assistance. They transported the products of trade commodities, especially pepper, to be offered to the sultan. As a result, Turkey sent instructors, soldiers, and weapons to Aceh to fight the invaders. Thus, Nanggroe Aceh Darussalam established political relations with the Ottoman Empire in order to seek help in expelling the Portuguese who monopolized trade and were considered enemies in the field. Harmonization between Aceh and Turkey still has historical evidence until now such as the tomb of Tgk. Dibitai (Salahaddin). In addition to the desire to help Aceh as a brother, f...

Relations between Nanggroe Aceh Darussalam and Arab Countries

Nanggroe Aceh Darussalam has been in a relationship with Saudi Arabia for a very long time, dating back 7000 years BC and even tempeh now. The relationships formed from the kingdom have a fiber of emotional both in the political sector, harmonious in the world of trade and peaceful in the religious world. In the business world, in ancient times the Arab people took and cooperated in the business of trading camphor from Aceh, cinnamon, patchouli oil and so on. At the time of the birth of the first Islamic Kingdom in the archipelago, known as King Jeumpa or Sultan Jeumpa in Bireuen, in the 760s AD, with his real name Abdullah bin Hasan Mutsananna, who was the great-grandson of the Prophet Muhammad SAW. At that time, the relationship of the Kingdom of Perlak with Arabia, was a very strong political relationship. At the time, all political centers of Islam were referred to as caliphs and their centers were in Syria. But its first center was in Medina during the time of the companions of t...

Aceh's Relations with Jiran Malaysia

Nanggroe Aceh Darussalam and Malaysia have very close historical ties. Malaysia in friendship with Nanggroe Aceh Darussalam both in the context of struggle relations and in the context of the world of trade, business and so on. Aceh's close ties to Malaysia include Aceh once liberating the Malay peninsula or Malacca from Portuguese colonies.  Aceh at that time was very powerful in the land of jiran or Malaysia, the most famous consort of Sultan Iskandar Muda Raja in Aceh was the Pahang (Malaysia) person Putroe Phang aka princess of Pahang. Meanwhile, in political and military contests, as Aceh was plagued by prolonged conflict, Malaysia became the second base of the Free Aceh Movement (GAM). It is evident that Aceh's relationship with Malaysia has been very harmonious since hundreds of years ago, both in political relations and trade. Before the Indonesian state became independent, Acehnese businessmen had been very existing and successful in the country of jiran or Malaysia. ...

Aceh's Historical Relations with Singapore

Nanggroe Aceh Darussalam has a close historical relationship with Singapore . In the past, Sang Nila Utama was the founder of the ancient Singapore kingdom. When Singapore was attacked by the Majapahit Kingdom and the Kingdom of Singapore lost, in the end the descendants of the Main Indigo named Parameswara founded the Kingdom of Malacca. After the malak kingdom began, Singapore became the territory of Malacca.  When Malacca was defeated by the Portuguese in 1511, the kingdom of Johor was established, the territory of Singapore then also became the territory of Johor. During the Aceh Darussalam Sultanate led by Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam Darmawangsa Tun Pangkat (1607-1636), the Aceh Sultanate with reinforcements from the Ottoman Turkish fleet conquered the territory of Johor and liberated the Malay lands from Portuguese clutches. After the Portuguese colonists were displaced, the territory of Singapore and Batu Puteh Island, located at the meeting point of the Singapore Stra...

Perubahan Sosial Masyarakat

Dampak globalisasi terhadap budaya dan moral masyarakat Aceh, terutama setelah bencana tsunami 2004. Globalisasi dianggap sebagai "virus" yang merusak nilai-nilai tradisional Aceh, mengubah masyarakat yang sebelumnya sangat kekeluargaan menjadi lebih individualis dan kurang peduli terhadap sesama. Dampak negatif ini semakin dirasakan sejak tahun 2000-an, dengan perubahan sosial yang semakin terasa setelah tsunami, terutama dengan masuknya banyak LSM dan NGO yang membawa pemikiran-pemikiran baru, termasuk isu kesetaraan gender. Salah satu dampak yang paling nyata adalah peningkatan angka perceraian, yang menurut tulisan ini dipengaruhi oleh pengaruh luar yang datang dengan bantuan internasional. Sebelumnya, masalah-masalah kecil dalam rumah tangga bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan, namun kini masalah tersebut bisa berkembang menjadi konflik besar yang berujung pada perceraian. Di sisi lain, Banda Aceh, yang sebelumnya kurang terpapar oleh budaya global, kini semakin...

KOTA SABANG MAGNET BAGI WISATAWAN LUAR NEGERI

Pulau Sabang, yang terletak di ujung barat Indonesia, merupakan destinasi wisata yang memukau dengan keindahan alam bawah lautnya yang luar biasa dan pantai-pantai yang menakjubkan. Keberagaman hayati yang ada di bawah permukaan laut Sabang menjadikannya sebagai surga bagi para pecinta selam dan penggemar keindahan alam laut. Berbagai jenis ikan dan terumbu karang yang kaya warna dapat ditemukan dengan jelas di spot-spot menyelam yang tersebar di pulau-pulau utama Sabang. Pulau Sabang terdiri dari lima pulau utama, yaitu Pulau Weh, Pulau Klah, Pulau Rubiah, Pulau Seulako, dan Pulau Rondo. Keindahan pulau-pulau ini telah menjadikannya sebagai magnet pariwisata, dengan berbagai destinasi menarik seperti Pantai Iboih, Pantai Gapang, Pulau Rubiah, Sumur Tiga, dan masih banyak lagi. Masing-masing tempat tersebut menawarkan pesona alam yang sangat memikat bagi wisatawan. Akses ke Pulau Sabang juga sangat mudah dijangkau. Dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh, perjalanan menuju Pulau Saba...

TSUNAMI ACEH, SAKSI HIDUP DAHSYAHNYA BENCANA ALAM DI BUMI ACEH TAHUN 2004 SILAM DAN KEINDAHAN PANTAI EKY’S MOMONG RESORT LAMPUUK ACEH BESAR

Tsunami yang melanda provinsi Aceh tepatnya pada tanggal 26 Desember 2004 merupakan sebuah bencana alam terbesar di dunia. Gempa bumi Aceh di Samudera Hindia 2004 silam terjadi pada pukul 08:58:53 WIB secara ilmu bahwa episentrumnya terletak di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia. Gempa yang berkuatan M 9.2 disebutkan oleh ahli sejarah menjadi gempa terbesar kelima di Dunia. Saat sebelum terjadi gempa, di pagi hari minggu tersebut suasana sangatlah tenang, masyarakat menjalankan aktifitas seperti biasa dan kebanyakan keluarga beristirahat dengan keluarganya di rumah. Tapi tanpa disangka-sangka gempapun terjadi berkisar beberapa menit dengan kekuatan yang sangat besar bagi masyarakat Aceh, terlebih di Kota Banda Aceh dan sekitarnya masyarakat berhamburan keluar rumah. Sesaat seperti saksi hidup dahsyatnya bencana alam di bumi aceh di daerah Lampuuk Aceh Besar mengatakan bahwa pada hari minggu tersebut dia pergi ke luar rumah daerah lhoknga dan disaat pulang ke rumah disekitar masjid l...

Pantai Alue Naga

  Aceh, Terbayang akan eksotisnya pantai dengan keindahan Sunset yang membuta mata batin para traveler di seluruh dunia. Aceh nan cantik sebagai tempat untuk menepi hati yang ditepis oleh keraguan akan cinta nya yang semakin hari semakin pudar, iya seperti cintaku. Aceh tempat berwisata yang tepat untuk bernostalgia dan berakhir pekan ataupun sekedar untuk refreshing. Salah satu pantai yang menawarkan nuansa keindahan adalah pantai Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Pantai Alue Naga merupakan salah satu tempat yang menarik dan wajib dikunjungi oleh para traveler Nusantara. Berbeda dengan pantai Pasir putih, lamreh, lhokmee Aceh Besar pantai alue naga memiliki warna air yang kecokelatan sehingga berkesan lebih eksotis dan mempunyai nilai lebih lainnya. Kembali kebelakang sedikit bahwa, pengunjung yang didominasi oleh para warga setempat, mahasiswa, pendatang dari luar daerah menjadikan tempat ini merupakan salah satu destinasi terbaik yang ada di Aceh. Pantai ini ...

PANTAI PASIR PUTIH, LAMREH, LHOKMEE ACEH BESAR 2021

  Pantai pasir putih merupakan salah satu destinasi wisata paling popular di Aceh Besar. Pantai yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Pusat Kota Banda Aceh dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit. Keindahan pasir putih dengan air laut yang biru ditambah dengan tumbuhnya pepohonan yang berada di dalam air laut membuat nilai plus bagi pantai pasir putih. Semilir angin, rintik hujan yang jatuh menemani perjalanan saya kali ini di bulan maret tahun 2021. Tahun 2021 tidak terlepas dari akhir tahun 2019. Tahun yang dimulainya Pandemi Covid-19 melumpuhkan berbagai kegiatan manusia. Dampak tersebut dirasakan oleh seluruh dunia tidak terlepas dalam hal ini Negara Indonesia juga merasakan hal yang sama. Aceh yang dalam koridor ini dan terletak di ujung barat Sumatra merasakan dampak Pandemic Covid-19. Masyarakat menjadi sasaran utama. Kelumpuhan mata pencaharian membuat kalang kabut dan ditambah dengan peraturan #stayathome menjadi dilema yang tiada habis dikalangan masyarakat. Kemba...

GENERASI EMAS DARUSSALAM, KOTA BANDA ACEH

  Melihat indahnya ciptaan bait-bait lagu yang dikarang oleh para tokoh terdahulu, semestinya para penuntut ilmu di Darussalam wajib untuk melihat dan mengkaji apa yang telah para tokoh sebelumnya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan bagi generasi selanjutnya. Aceh terkenal akan dengan orang-orang hebat dan mempunyai dua universitas yang sudah diakui oleh Dunia pada umumnya patut berbangga akan pengorbanan orang tua kita dahulu. Giliran generasi emas seperti pemuda yang sedang menuntut ilmu di tanah Jantoeng Hatee Rakyat Aceh.   GENERASI    DARUSSALAM   Kami Generasi Darussalam Yang masih samadi dalam kandungan zaman Yang akan lahir bersama fajar menyingsing Di sebuah subuh tahun harapan, Datang bawa suatu keyakinan: --Diri kami tak ada Di luar pengabdian kepada Tuhan, Hidup dan mati untuk Ilahi   Sebagai burung fajar Yang berbudiluhur dan berjiwabesar Yang mengetahui segala rahsia alam Dan dengan girang melihat jauh ke depan...